PDAM BELU TERUS MEMPERBAIKI KINERJA

Adapun tujuan perencanaan strategis yang kami paparkan kepada team fit and propert test yang diketuaI oleh sekretaris daerah kabupaten Belu yang beranggotakan pimpinan dinas dan badan terkait pada seleksi calon direktur PDAM Kabupaten Belu pada bulan Pebruari 2017 adalah mendata seluruh permasalahan dan potensi PDAM Kabupaten Belu agar pelayanan air minum kepada masyarakat kabupaten Belu khususnya jumlah pelanggan semakin banyak dan jangkauan layanan semakin luas dan menyebar baik dalam kota maupun desa.Dalam perencanaan strategis kami usung program Belunisasi PDAM.

Permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh PDAM Kabupaten Belu diinventarisir secara akurat (baik dan benar) untuk dicari jalan keluar mulai dari masalah dari aspek pelayanan, operasional, keuangan dan sumber daya manusia. Selain itu masalah sumber mata air, masalah sosial, masalah utang-piutang, masalah teknik dan masalah administrasi akuntansi keuangan serta masalah regulasi dan eksekusi. Semua permasalahan ini diurutkan urgensitasnya untuk menyelamatkan agar PDAM Kabupaten Belu tetap beroperasi dan semakin eksis dalam pelayanan air kepada masyarakat kabupaten Belu.

Berbagai potensi yang dimiliki oleh PDAM Kabupaten Belu juga didata secara baik dan benar agar potensi-potensi tersebut menjadi kekuatan yang menghidupkan dan membesarkan PDAM Kabupaten Belu dalam melayani air minum bagi masyarakat Kabupaten Belu. Sumber mata air potensial, dukungan dari pemilik yakni Bupati dalam hal ini pemerintah kabupaten Belu yang didalamnya pemilik hak anggaran Dewan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pendekatan terhadap pemilik hak ulayat (nai, dato dan ketua suku), pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia/Polisi Republik Indonesia (TNI/Polri), tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan. Kemampuan melakukan reboisasi di kawasan sumber mata air yang dikelola oleh PDAM dan resolusi atas semua persoalan teknis dan administrasi. Secara teknis, pembangunan SPAM baru, perawatan, perbaikan, pergantian dan pengembangan jaringan instalasi perpipaan baik pipa transmisi, distribusi dan sambungan rumah. Secara administrasi melakukan pemasangan aplikasi seluruh aspek kerja (pelayanan, operasional, keuangan, pergudangan dan sumber daya manusia) dan membuka konten website untuk memudahkan akses publik terhadap managemen PDAM kabupaten Belu.

Disini sebetulnya mendata seluruh kekuatan, kelemahan, keterbatasan, peluang dan ancaman sebagai masalah dan potensi untuk memanfaatkannya untuk membangun managemen PDAM Kabupaten Belu yang semakin baik, sehat usaha, sehat pelayanan dan sehat keuangannya yang dari keuntungannya menambah pendapatan asli daerah kabupaten Belu dan membantu pemerintah untuk mandiri modal membangun sarana dan prasarana sistem penyediaan air minum dan kegiatan sosial lainnya.

Sasaran dari perencanaan strategis ini meningkatkan kapsitas produksi air, masyarakat pelanggan air PDAM Kabupaten Belu semakin bertambah banyak dan pelayanan semakin baik dalam arti mengutamakan kwantitas, kualitas dan kontinuitas air minum serta keterjangkauan kalangan masyarakat baik di kota dan desa. Tentu sasaran layanan air minum PDAM Kabupaten Belu kepada masyarakat sesuai tarif dan klasifikasi golongan masyarakat Kabupaten Belu yang ditetapkan dalam peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2018 tertanggal 4 September 2018.
Sasaran pelayanan PDAM Kabupaten Belu secara adil dan merata kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu tanpa membedakan atau mengabaikan masyarakat baik secara etnis, suku, agama, strata sosial, partai dan tanpa memandang kaya dan miskin, tua dan muda, pejabat dan jelata, Tani/swasta dan pegawai.

Indikator kinerja kami terukur dengan mengaliri air kepada pelanggan melalui meter air terbaca kubikasi air yang terpakai oleh pelanggan lalu difoto dan penerbitan rekening air bulanan sesuai kubikasi air pada meter masing masing pelanggan. Dari hasil penjualan rekening ini ada yang lancar membayar rekening air pada bulan berjalan dan ada sebagian yang tunggak pembayarannya. Pendapatan bulanan baik usaha air dan non air yang diterima dalam setiap bulan berjalan sebagian penerimaan ini untuk biaya operasional baik pembiayaan sumber mata air, pembiayaan perbaikan dan pergantian pipa, biaya gaji pegawai dan biaya administrasi-teknis lainnya.

Pengukuran kesehatan berdasarkan indikator Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) adalahsehat (nilai > 2,8), kurang sehat (nilai 2,2-2,8) dan sakit (nilai <2,2) danmanagemen PDAM Kabupaten Belu nampak jelas dalampenilaian terhadap aspek pelayanan, operasional, keuangan dan sumber daya manusia. Keempat aspek kerja managemen PDAM Kabupaten Belu ini menjadi indikator penilaian kinerja managemen PDAM Kabupaten Beluyang selama dua tahun telah diaudit oleh BPKP NTT dengan penilaian kinerja pada tahun 2016 (masa sebelum kami menjabat) mendapat kategori sakit dengan mendapat nilai kinerja 1,41 (aspek keuangan bobot nilai kinerja 0,40, aspek pelayanan bobot nilai kinerja 0,40, aspek operasional bobot nilai kinerja 0,35, aspek sumber daya manusia bobot nilai kinerja 0,26), pada tahun pertama (2017) kategori sakit dengan mendapat nilai kinerja 1,75 (aspek keuangan bobot nilai kinerja 0,53, aspek pelayanan bobot nilai kinerja 0,60, aspek operasional bobot nilai kinerja 0,35, aspek sumber daya manusia bobot nilai kinerja 0,27), dan pada tahun kedua (2018) kategori kurang sehat dengan mendapat nilai kinerja 2,29 (aspek keuangan bobot nilai kinerja 0,84, aspek pelayanan bobot nilai kinerja 0,65, aspek operasional bobot nilai kinerja 0,49, aspek sumber daya manusia bobot nilai kinerja 0,31) dan target kami dalam dua tahun (2019 dan 2020) berikut mendapat kategori sehat.

Pertama, indikator kinerja aspek pelayanan. Cakupan pelayanan, pertumbuhan pelanggan, tingkat penyelesaian pengaduan, kualitas air pelanggan dan konsumsi air domestik. Kegiatan yang meningkatkan kinerja aspek pelayan dalam bentuk kesiagaan dan responsibiltas perusahaan meningkatkan dalam penyelesaian aduan dan kesediaan untuk cepat mengatasi persoalan yang dihadapi oleh pelanggan. Meningkatkan cakupan pelayanan teknis dan meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Melakukan pergantian/kalibrasi meter air pelanggan.

Kedua, indikator kinerja aspek operasional. Efisiensi produksi, tingkat kehilangan air, jam operasi layanan air/hari, tekanan sambungan pelanggan, penggantian meter. Kinerja operasional ditunjukan dengan adanya upaya dan usaha memperbaiki kebocoran jaringan pipa transmisi, distribusi dan sambungan rumah sekaligus peneraan meter air pelanggan secara berkala serta mengganti meter air pelanggan yang sudah rusak upaya menekan tingkat kehilangan air. Mengatur jadwal pembagian air ke pelanggan secara berkala dalam rangka meningkatkan jam operasi layanan. Menekan rasio biaya operasi dan meningkatkan pendapatan operasi.

Ketiga, indikator kinerja aspek keuangan. Soal rentabilitas (ROE dan ratio operasi), likuiditas (ratio kas dan efektivitas penagihan) dan solvabilitas. Kinerja keuangan dalam bentuk usaha meningkatkan pendapatan dan penerimaan usaha air dan non air sehingga perusahaan mendapatkan laba. Meningkatkan penjualan air dan non air, dengan menambah sambungan baru, pembacaan meter yang akurat dan penetapan golongan pelanggan secara berkala.
Keempat, indikator kinerja sumber daya manusia. Soal ratio jumlah pegawai/1000 pelanggan, ratio pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai/peningkatan kompetensi dan biaya diklat terhadap biaya pegawai. Kinerja SDM ini dengan melibatkan dan meningkatkan jumlah pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan serta bimbingan teknis. Penerimaan dan pengurangan pegawai sesuai ratio pegawai/jumlah pelanggan.

Tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan PDAM Kabupaten Belu, kami berjuang bersama seluruh staf bersama pemerintah daerah serta stakeholder lainnya mewujudkan Belunisasi PDAM dengan indikator akses air minum bagi seluruh masyarakat kabupaten Belu sebagai operator mandiri, profesional, akuntable penuh dedikasi bekerja dengan hati, kerjas keras, kerja sama, kerja cerdas, kerja inovatif dan kerja tuntas.

Sumber: Admin